A. Sistem Gerak Manusia.
1. Sistem Gerak (Rangka, Tulang, Otot dan Persendian)
Di dalam melakukan aktifitas sehari-hari pastinya kita melakukan banyak gerakan. Kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk bergerak tentunya dikarenakan adanya organ-organ yang mendukung tubuh manusia untuk melakukannya. di dalam biologi, kerjasama organ-organ tersebut dikenal dengan sistem gerak. sistem gerak meliputi tulang/rangka, otot, serta sendi-sendi. Khusus untuk materi kali ini Gudang Biologi akan mengupas tuntas mengenai sistem gerak pada manusia, yuk mari langsung saja kita amati bersama penjelasannya berikut ini:
1) Sistem Gerak Ikan
Lalu
muncul pertanyaan bagaimana cara hewan air (ikan) bergerak berpindah
tempat ? Contoh jenis hewan air ini yaitu ikan. Habitat ikan yaitu hidup
di air dimana air memiliki massa jenis lebih besar daripada massa jenis
(berat badan ikan) ikan itu sendiri. Hal inilah yang menyebabkan ikan –
ikan baik yang hidup di air tawar maupun di air laut memiliki gaya
angkat yang lebih tinggi pada saat berada didalam air. Selain itu ikan
juga memiliki sirip yang membuat ikan dapat berenang leluasa kesana
kemari dengan lincah di dalam air dengan hanya mengeluarkan energi yang
sedikit.
Sirip ikan terdiri dari sepasang sirip yang berada di kanan maupun di kiri dan sirip ekornya. Sirip-sirip ini bermanfaat bagi ikan agar bisa bergerak ke depan dengan mudah. Selain itu ada lagi sirip tengah, yaitu sirip yang terletak di atas tubuh ikan. Ikan yang hanya menggunakan sirip tengah dan sirip pasangan biasanya tidak dapat berenang secepat ikan yang memanfaatkan sirip pasangan dan sirip ekornya. Contoh ikan jenis ini yaitu ikan yang hidup di terumbu karang (ikan yang tidak dapat bergerak cepat).
Karakteristik Rangka
Beberapa ikan yang habitatnya di air tawar maupun di air laut memiliki bentuk tubuh yang unik, sebagian besar berwujud mirip torpedo. Ada juga yang mengatakan bentuk tubuh ikan berbentuk streamline. Ternyata bentuk ikan yang mirip torpedo (streamline) tersebut memudahkan ikan dalam melakukan maneuver berbelok ke kanan dan ke kiri lebih cepat dan praktis saat berada di air tanpa mengalami hambatan atau gesekan dengan air.
Pada saat ikan bergerak di dalam air, terdapat gelembung – gelembung udara yang naik ke permukaan air. Maksud dan tujuan ikan melakukan ini yaitu agar ikan memudahkan ikan mengatur saat ikan ingin naik ke permukaan air atau saat menyelam ke dasar sungai atau laut.
Selain itu bentuk rangka tulang ikan dan otot-otot ikan yang praktis dan efisien sangat berguna saat ikan ingin bergerak ke depan dengan lincah.
2) Sistem Gerak Burung
Cara
bergerak hewan yang ada di udara berbeda dengan cara bergerak hewan
yang ada di dalam air. Hewan udara contohnya yaitu burung. Burung dapat
terbang bebas di udara karena memiliki sayap dan rangka tulang yang
mendukung. Setiap burung memiliki cara terbang yang berbeda antara yang
satu dengan yang lain. Pada umumnya bentuk tubuh burung – burung
memiliki bentuk tubuh yang unik. Burung – burung dapat terbang karena
bentuk tubuhnya memiliki gaya angkat yang lebih besar, sehingga dapat
melepaskan dari dari pengaruh gaya gravitasi bumi.
Karakteristik Rangka
Bentuk sayap burung memiliki susunan rangka yang kuat namun ringan. Selain itu burung juga diperkuat oleh tulang dada dan otot – otot yang solid dan kekar saat menahan terpaan angin yang kencang pada waktu sedang terbang di udara. Kontruksinya tulang sayap yang kuat dan ringan memberikan gaya angkat yang cukup besar bagi burung saat akan terbang.
Bentuk sayap burung seperti airfoil. Bentuk ini menyebabkan udara yang mengalir di bawah sayap burung mengalir lebih lambat daripada udara yang mengalir di atas sayap burung. Pada waktu burung akan terbang yaitu dengan mengepakkan sayapnya, maka udara akan mengalir ke bagian bawah yang menghasilkan gaya angkat sehingga burung dapat terangkat ke udara atau terbang.
3) Sistem Gerak Amphibia
Contoh
dari Amphibia yaitu kodok atau katak. Kontruksi tulang katak yaitu
terdiri dari tulang badan, tulang anggota gerak dan tulang tengkorak
(tulang kepala).
Amfibi memiliki sendi baik itu di lutut, bahu, siku, pinggul, pergelangan kaki dan tangan. Sendi ini memudahkan hewan amfibi seperti katak untuk melompat.
Karakteristik Rangka
Selain itu bentuk tulang kepala katak berukuran kecil dan hanya memiliki sedikit tulang. Hal ini menyebabkan tulang kepala katak sangat ringan namun kuat. Selain itu postur badan katak juga ditopang oleh tulang belakang yang dapat menahan berat tubuh bagian belakang dan bagian depan katak.
Katak memiki kaki yang sangat panjang dan otot-otot yang kekar dan solid. Agar katak mudah saat berenang, kaki katak memiliki selaput renang. Selaput renang ini sangat berguna bagi katak saat sedang berenang di dalam air. Dengan adanya selaput renang, katak dapat bergerak lincah di dalam air.
4) Sistem Gerak Reptil
Hewan
yang termasuk dalam kategori reptil yaitu kadal, kura-kura, ular,
buaya, dan sebagainya. Contohnya ular. Ular bergerak dengan cara merayap
atau melata baik di atas tanah, air maupun pada saat berenang di air.
Karakteristik Rangka
Bentuk tulang ular yaitu terdiri dari tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang ekor. Pada tulang badan, terdiri dari ratusan buah ruas-ruas tulang belakang. Sedangkan pada tulang rusuk ular terhubung dengan tulang belakang dibalut dengan otot-otot yang lentur dan kuat. Dengan bentuk tubuh dan banyaknya ruas-ruas tulang belakang inilah yang menyebabkan ular bergerak dengan cara meliuk-liukan badannya ke kanan dan ke kiri dengan cepat.
5) Sistem Gerak Mamalia
Contoh
dari hewan mamalia yaitu banteng, paus, kucing, anjing, sapi, kerbau,
dan sebagainya. Mamalia hidup di berbagai jenis habitat, ada yang hidup
di air, di darat dan di udara. Salah satu contoh mamalia yang hidup di
darah yaitu kuda.
Karakteristik Rangka
Kuda memiliki tulang-tulang kokoh dan kuat untuk menopang tubuhnya. Otot-ototnya yang elastis dan kuat yang terhubung dengan tulang-tulangnya, menyebabkan kuda dapat berlari sangat kencang dibandingkan mamalia yang lain.
Pada saat kuda bergerak, maka kaki kuda paling belakang memberikan dorongan agar kuda dapat maju ke arah depan. Kencang atau lambatnya kuda berlari tergantung pada kuat atau lemahnya saat kaki belakang memberikan gerakan pada kaki belakangnya.
Sumber google.
Mohon Maaf bila Ada Kata-Kata yang tidak berkenan di hati anda, Saya juga baru belajar
Semoga Bermanfaat.
Di dalam melakukan aktifitas sehari-hari pastinya kita melakukan banyak gerakan. Kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk bergerak tentunya dikarenakan adanya organ-organ yang mendukung tubuh manusia untuk melakukannya. di dalam biologi, kerjasama organ-organ tersebut dikenal dengan sistem gerak. sistem gerak meliputi tulang/rangka, otot, serta sendi-sendi. Khusus untuk materi kali ini Gudang Biologi akan mengupas tuntas mengenai sistem gerak pada manusia, yuk mari langsung saja kita amati bersama penjelasannya berikut ini:
a. Sistem Gerak pada Manusia
Tulang/rangka
Tulang memiliki fungsi utama sebagai alat gerak pasif. artinya tulang
hanya bisa bekerja/bergerak apabila ada bantuan dari otot.
Tulang atau rangka pada manusia tergolong ke dalam alat gerak pasif
dikarenakan tulang hanya akan bisa bergerak apabila ada aktifitas yang
terjadi pada otot. tulang sendiri terbentuk oleh kandungan kalsium yang
berbentuk garam yang merekat erat dengan bantuan kalogen. di dalam masa
perkembangannya, bentuk tulang dapat berubah atau mengalami kelainan
apabila ada gangguan yang dibawa sejak lahir seperti adanya infeksi
penyakit, faktor nutrisi dan gizi, ataupun posisi tubuh yang salah.
tulang yang satu dengan yang lain biasanya terhubung oleh sendi-sendi.
Materi mengenai persendian akan kita bahas setelah pembahasan mengenai
tulang berikut ini:
Fungsi Rangka pada Manusia
Kerangka pada tubuh manusia memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:
- Penegak tubuh
- Pembentuk tubuh
- Tempat Melekatnya otot
- Tempat terjadinya proses pembentukan sel darah merah
- Alat gerak pasif
Kerangka pada manusia dapat dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu: Bagian tengkorak, Bagian badan, serta Bagian anggota gerak.
Bagian Tengkorak
Bagian tengkorak pada sistem gerak manusia tersusun atas tulang-tulang
pipih yang menjadi tempat terjadinya proses pembentukan sel-sel darah
merah dan putih. Bagian tengkorak pada manusia terdiri dari:
![]() |
| Source: Google Images |
Masing-masing tulang tersebut berjumlah 2 buah kecuali tulang lidah, tulang tengkorak, dan tulang dahi (1 buah)
Bagian Badan
Bagian rangka badan pada manusia dipisahkan ke dalam 5 kelompok yaitu
Ruas-ruas tulang belakang, Tulang rusuk, Tulang dada, Gelang bahu,
dan Gelang panggul seperti dapat dilihat di dalam gambar berikut ini:
![]() |
| Source: Google Images |
Bagian Anggota gerak
Bagian ini juga terbagi lagi ke dalam 2 bagian yaitu anggota gerak atas dan bawah:
Anggota gerak atas
Anggota gerak ini terdapat pada tangan kanan dan tangan kiri, terdiri dari:
![]() |
| Source: Google Images |
Anggota Gerak Bawah
Untuk anggota gerak bawah tentunya merupakan rangka penyusun kaki kanan dan kiri yang terdiri dari:
![]() |
| Source: Google Images |
Jenis-jenis Tulang
Brdasarkan kepada jenisnya, tulang yang terdapat di dalam tubuh manusia dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
Tulang Rawan
Tulang rawan merupakan tulang yang disusun oleh sel-sel tulang rawan.
Tulang ini bersifat lentur karena terdapat ruang pada aantar sel tulang
rawan. Tulang ini mengandung zat kapur dan zat perekat. Diantara contoh
tulang rawan adalah ujung tulang rusuk, hidung, telinga, trakea, laring,
bronkus, dan di antara ruas-ruas tulang belakang.
Tulang Keras
Seperti namanya, tulang keras memiliki tekstur yang lebih padat dan
bersifat keras daripada tulang rawan. Jenis tulang ini disusun oleh
osteoblas (sel pembentuk tulang). Terdapat banyak zat kapur diantara sel
tulang keras dengan sedikit zat perekat. itulah yang membuat jenis
tulang ini menjadi keras. Di dalam tulang keras kita dapat menjumpai
saluran havers. di dalam saluran havers ini terdapat pembuluh-pembuluh
darah. Diantara contoh tulang keras adalah: tulang kering, tulang
lengan, dan tulang selangka.
Bentuk Tulang
Tulang dibedakan menjadi 3 macam jika didasarkan kepada bentuknya, yaitu:
Tulang Pipa
Bentuk tulang ini panjang dan bulat dengan rongga di tengahnya seperti
pipa. contoh tulang pipa adalah tulang jari tangan, tulang paha, dan
tulang lengan atas.
Tulang Pipih
Bentuk tulang ini gepeng atau pipih. contohnya adalah tulang dada, tulang belikat,dan tulang rusuk.
Tulang Pendek
Tulang yang berbentuk bulat dan pendek. contohnya adalah: ruas-ruas
tulang belakang, tulang pergelangan kaki, dan tulang pergelangan tangan.
Tulang pipih memiliki fungsi sebagai tempat terjadinya proses
pembentukan sel darah merah dan putih.
B. Sistem Gerak Pada Hewan.
1) Sistem Gerak Ikan
Sirip ikan terdiri dari sepasang sirip yang berada di kanan maupun di kiri dan sirip ekornya. Sirip-sirip ini bermanfaat bagi ikan agar bisa bergerak ke depan dengan mudah. Selain itu ada lagi sirip tengah, yaitu sirip yang terletak di atas tubuh ikan. Ikan yang hanya menggunakan sirip tengah dan sirip pasangan biasanya tidak dapat berenang secepat ikan yang memanfaatkan sirip pasangan dan sirip ekornya. Contoh ikan jenis ini yaitu ikan yang hidup di terumbu karang (ikan yang tidak dapat bergerak cepat).
Karakteristik Rangka
Beberapa ikan yang habitatnya di air tawar maupun di air laut memiliki bentuk tubuh yang unik, sebagian besar berwujud mirip torpedo. Ada juga yang mengatakan bentuk tubuh ikan berbentuk streamline. Ternyata bentuk ikan yang mirip torpedo (streamline) tersebut memudahkan ikan dalam melakukan maneuver berbelok ke kanan dan ke kiri lebih cepat dan praktis saat berada di air tanpa mengalami hambatan atau gesekan dengan air.
Pada saat ikan bergerak di dalam air, terdapat gelembung – gelembung udara yang naik ke permukaan air. Maksud dan tujuan ikan melakukan ini yaitu agar ikan memudahkan ikan mengatur saat ikan ingin naik ke permukaan air atau saat menyelam ke dasar sungai atau laut.
Selain itu bentuk rangka tulang ikan dan otot-otot ikan yang praktis dan efisien sangat berguna saat ikan ingin bergerak ke depan dengan lincah.
2) Sistem Gerak Burung
Karakteristik Rangka
Bentuk sayap burung memiliki susunan rangka yang kuat namun ringan. Selain itu burung juga diperkuat oleh tulang dada dan otot – otot yang solid dan kekar saat menahan terpaan angin yang kencang pada waktu sedang terbang di udara. Kontruksinya tulang sayap yang kuat dan ringan memberikan gaya angkat yang cukup besar bagi burung saat akan terbang.
Bentuk sayap burung seperti airfoil. Bentuk ini menyebabkan udara yang mengalir di bawah sayap burung mengalir lebih lambat daripada udara yang mengalir di atas sayap burung. Pada waktu burung akan terbang yaitu dengan mengepakkan sayapnya, maka udara akan mengalir ke bagian bawah yang menghasilkan gaya angkat sehingga burung dapat terangkat ke udara atau terbang.
3) Sistem Gerak Amphibia
Amfibi memiliki sendi baik itu di lutut, bahu, siku, pinggul, pergelangan kaki dan tangan. Sendi ini memudahkan hewan amfibi seperti katak untuk melompat.
Karakteristik Rangka
Selain itu bentuk tulang kepala katak berukuran kecil dan hanya memiliki sedikit tulang. Hal ini menyebabkan tulang kepala katak sangat ringan namun kuat. Selain itu postur badan katak juga ditopang oleh tulang belakang yang dapat menahan berat tubuh bagian belakang dan bagian depan katak.
Katak memiki kaki yang sangat panjang dan otot-otot yang kekar dan solid. Agar katak mudah saat berenang, kaki katak memiliki selaput renang. Selaput renang ini sangat berguna bagi katak saat sedang berenang di dalam air. Dengan adanya selaput renang, katak dapat bergerak lincah di dalam air.
4) Sistem Gerak Reptil
Karakteristik Rangka
Bentuk tulang ular yaitu terdiri dari tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang ekor. Pada tulang badan, terdiri dari ratusan buah ruas-ruas tulang belakang. Sedangkan pada tulang rusuk ular terhubung dengan tulang belakang dibalut dengan otot-otot yang lentur dan kuat. Dengan bentuk tubuh dan banyaknya ruas-ruas tulang belakang inilah yang menyebabkan ular bergerak dengan cara meliuk-liukan badannya ke kanan dan ke kiri dengan cepat.
5) Sistem Gerak Mamalia
Karakteristik Rangka
Kuda memiliki tulang-tulang kokoh dan kuat untuk menopang tubuhnya. Otot-ototnya yang elastis dan kuat yang terhubung dengan tulang-tulangnya, menyebabkan kuda dapat berlari sangat kencang dibandingkan mamalia yang lain.
Pada saat kuda bergerak, maka kaki kuda paling belakang memberikan dorongan agar kuda dapat maju ke arah depan. Kencang atau lambatnya kuda berlari tergantung pada kuat atau lemahnya saat kaki belakang memberikan gerakan pada kaki belakangnya.
Sumber google.
Mohon Maaf bila Ada Kata-Kata yang tidak berkenan di hati anda, Saya juga baru belajar
Semoga Bermanfaat.




0 Response to "belajar ipa"
Posting Komentar